Kutipas Mas Gun

Hari ini, kita sedang berjuang tertatih-tatih. Sementara kita dipaparkan pada kenyataan paling memilukan. Satu hal yang perlu kita pahami benar, bahwa ukuran kita tidak akan pernah sama dengan ukuran orang lain. Tujuan kita pun begitu.

Perjuangan kita semakin dirusak kemurniannya karena terpukau dengan apa yang tertampil di sana. Perjuangan kita semakin meresahkan karena seolah-olah tak pernah sampai, seperti apa yang kita lihat di orang lain. Tujuan kita menjadi tidak lagi murni, bahwa perjuangan itu tidak perlu ditampilkan, apalagi harus diberitakan ke seluruh penjuru dunia. Hidup kita semakin tidak tenang karena rasa syukur kita yang semakin hilang, kita sibuk membandingkan dan terkagum dengan apa yang dicapai orang lain.

Ada sebuah cerita tentang seekor katak yang berusaha memanjat pohon. Sepanjang usahanya memanjat, katak-katak yang lain meneriakinya dari bawah. Meragukannya, menghinanya, tapi ia tidak bergeming. Ia tetap memanjat.

Sampai pada akhirnya ia hampir mendekati pucuk pohon, seluruh katak yang tadinya menghinanya kini meneriakinya dengan dukungan. Bahkan kekaguman. Dan ia tetap diam saja, sampai ia berhasil sampai.

Dan satu hal yang katak-katak lain tidak tahu, ternyata katak yang memanjat itu tuli. Ia tidak mendengar cacian, juga pujian yang tadi di alamatkan kepadanya.

Kalau dalam konteks kita saat ini, sebagai generasi muda. Mungkin kita perlu untuk membutakan diri. Menutup mata kita dari dunia yang amat semu, yang setiap hari kita buka setelah bangun tidur, di kantor, di jalan, di mana pun. Kita perlu fokus pada apa yang kita perjuangkan, pada apa yang sedang kita jalani, dan pada hal-hal yang sudah kita miliki.

Kita perlu untuk membutakan diri dari dunia luar yang hingar bingar, yang memecah kesunyian kita dengan tawaran-tawaran yang semu. Kita perlu kembali menata diri, dan bahagia dengan setiap waktu dan jerih payah yang kita lakukan.

Kita tidak perlu menjadi bagian dari mereka. Hidup kita tidak perlu mereka ketahui. Kita tidak membutuhkan pengakuan dari siapapun. Kita hanya perlu mengakui diri kita sendiri, betapa berharganya kita dan apa yang sedang kita perjuangkan. Karena kelak, kebahagiaanmu bukan bergantung pada bagaimana orang memperlakukanmu, melainkan bagaimana kamu bisa memperlakukan dan menghargai dirimu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s